Hybrid Working, Tren Kerja yang Semakin Booming pada 2022

Hybrid-Working-Tren-Kerja-yang-Semakin-Booming-pada-2022
Foto dari Canva

Perubahan tren di dunia kerja selama yang berlangsung di tengah wabah Covid-19 berdampak pada penggunaan ruang kerja di gedung perkantoran. Kini, sejumlah perusahaan mempertimbangkan kerja secara remote yang lebih fleksibel hingga memutuskan relokasi memakai jasa pindah kantor Crown Workspace. Selain praktis, jasa Crown Workspace juga dinilai membantu perusahaan menyesuaikan diri dengan sistem kerja di tengah pandemi.

Salah satunya adalah saat perusahaan mengadopsi hybrid working yang mungkinkan karyawan datang ke kantor di waktu tertentu dan bisa menyelesaikan pekerjaannya di rumah.

Mengenal konsep hybrid working

James Berry, direktur program MBA di University College London, mengungkapkan kebanyakan perusahaan akan menerapkan hybrid working sebagai model utama dalam bekerja pada 2022. Beberapa perusahaan besar seperti Meta, Apple, dan Google telah mengaplikasikannya karena belum bisa membuka kantor mereka sepenuhnya, khususnya setelah kasus varian Omicron terus bertambah dan memicu gelombang ketiga Covid-19 di berbagai negara.

Lalu, apa itu hybrid working? BBC menjelaskan sistem ini memberikan kebebasan pada karyawan untuk memilih lokasi bekerja, entah di kantor atau rumah. Selain itu, hybrid working juga bisa diartikan sebagai penggabungan bekerja di kantor dengan di rumah atau lokasi lain di luar kantor.

Konsep hybrid working sebenarnya sudah lama diterapkan, terutama oleh startup atau perusahaan rintisan. Kebijakan-kebijakan seperti work from home (WFH) dan karantina mandiri pun membuat tren ini semakin populer. Walau jam kerja pada hybrid working tak selalu mengikuti jam kerja di kantor, perusahaan tetap mewajibkan karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Tren kerja lain yang diprediksi booming pada 2022

Hybrid working bukan satu-satunya tren kerja yang diperkirakan booming pada 2022. Kegiatan-kegiatan seperti rapat virtual, prioritas waktu kerja, meningkatnya jumlah karyawan yang resign, hingga penggunaan metaverse akan Anda jumpai sepanjang tahun ini.

Menyikapi hal tersebut, perusahaan sebaiknya menyiapkan diri agar kegiatan operasional tetap berjalan. Misalnya dengan mempelajari teknologi-teknologi terbaru seperti software dan aplikasi yang dinilai membantu pekerjaan karyawan.

Kemudian, perusahaan harus mendengarkan kebutuhan karyawan apabila mereka tak mau kehilangan SDM dalam jumlah besar. Berikan lingkungan yang nyaman agar mereka betah dan berikan pelatihan apabila mereka belum terbiasa dengan pembaruan di tempat kerja. Ingat bahwa meski bisa bekerja di rumah, mereka juga punya tanggung jawab lain yang berpotensi menguras tenaga dan pikiran.

Menilai dari perubahan yang terjadi selama dua tahun terakhir, peluang hybrid working diprioritaskan perusahaan akan semakin besar. Untuk itu, relokasi perlu dipertimbangkan juga bagi Anda yang masih sewa tempat. Jangan ragu mendiskusikan kebutuhan tersebut bersama Crown Workspace supaya Anda mudah mengatur kepindahan dan memastikan karyawan siap menghadapi berbagai pembaruan tersebut.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.